Pages

Kamis, 29 September 2011

POTENSI JAHE SEBAGAI ALTERNATIF PRODUK OLAHAN MAKANAN RINGAN UNTUK PENGHANGAT TUBUH DIMUSIM HUJAN

Dalam Postingan kali ini saya akan memberikan sesuatu yang beda yaitu tentang pemanfaatan jahe sebagai produk olahan makanan ringan (BOLA-BOLA JEHE). Makanan yang akan saya bahas pada postingan kali  adalah hasil percobaan saya dengan teman 1 tim saya dalam perlombaan karya ilmiah siswa tingkat SMK provinsi jambi, dalam perlombaan tersebut saya dengan teman 1 tim saya yang mewakili Kota jambi mendapatkan juara 2.  adapun perlombaan tersebut dilaksanakn pada tanggal 26 September 2011 S/D 29 September 2011.
Nama-Nama Anggota TIM kota jambi tersebut:
1. Adbi Daniel Pasaribu
2. Mutiara
3. Tedi Iswanto.
Sedangkan dalam pembuatan karya ilmiah ini kami di bimbing oleh; Rosmaida Hutape, S.Pd
Ok tidak usah berpanjang lebar, ini silahkan baca sendiri makalah yang telah kami buat di bawah ini kalau anda pembaca ingin mengetahui lebih lanjut tentang pengolahan, dan manfaat BOLA-BOLA JEHE



 BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Saat ini telah terjadi peralihan musim, yaitu dari musim kemarau menuju musim hujan. Jika seseorang tidak memiliki kekebalan tubuh yang maksimal, maka akan mengalami penurunan daya tahan tubuh.
Dimusim penghujan, banyak orang mencari makanan dan minuman untuk menghangatkan tubuh. Saat ini, telah banyak ragam dan bentuk dari makanan tersebut. Tetapi penulis mencoba bereksperimen dengan membuat makanan yang dapat menghangatkan dan menyehatkan tubuh yang praktis dan ekonomis dalam pembuatannya, yaitu dengan pengolahan Jahe (Zingiber Officinal).
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa jahe (Zingiber Officinal) tersebut dapat menghangatkan tubuh dan memproteksi tubuh dari efek yang ditimbulkan oleh adanya musim hujan seperti sekarang ini. Hasil percobaan ini kami tujukan untuk masyarakat luas agar dapat memanfaatkan barang-barang dapur  agar diolah menjadi makanan olahan penghangat tubuh dimusim hujan.




1.2 Identifikasi Masalah
Kita tahu bahwa salah satu dampak yang terjadi dari  peralihan musim yaitu menurunnya kekebalan tubuh. Disaat hujan, udara menjadi dingin sehingga orang-orang membutuhkan baju hangat atau jaket yang dapat menghangatkan tubuh. Selain itu, pada saat hujan juga banyak orang-orang yang mencari makanan ringan dan minuman yang dapat menghangatkan tubuh.
Tetapi, kebanyakan makanan-makanan tersebut hanya memberikan kehangatan sementara dan kurang baik untuk kesehatan karena terdapat bahan-bahan kimia yang dapat mengganggu kesehatan tubuh. Oleh karena itu, untuk menghasilkan makanan yang praktis dan ekonomis serta terbuat dari bahan alami, tim penulis bereksperimen dalam menciptakan sebuah terobosan baru dengan memanfaatkan bumbu dapur yaitu Jahe (Zingiber Officinal ).

1.3  Batasan masalah
Adapun penulisan karya ilmiah ini hanya membahas tentang dan kegunaan Jahe (Zingiber Officinal) sebagai makanan ringan penghangat tubuh dimusim hujan dengan tambahan bahan lain seperti tepung tapioca dan gula.



1.4 Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas ditetapkan rumusan masalah sebagai berikut :
·         Apakah manfaat dari tumbuhan jahe (Zingiber Officinal)?
·         Apa alasan dijadikannya jahe (Zingiber Officinal) sebagai bahan utama pembuatan makanan ringan?
·         Bagaimana cara membuat dan mengolah jahe (Zingiber Officinal) menjadi makanan penghangat tubuh dimusim hujan?

1.5  Tujuan penelitian
Tujuan dilakukannya penelitian ini hanya semata-mata membantu pembaca untuk menambah wawasan , dan mampu mengolah jahe menjadi makanan ringan penghangat tubuh dimusim hujan. Serta menemukan cara efektif dalam menciptakan makanan praktis, ekonomis yang menyehatkan tubuh.

1.6 Manfaat penelitian
Manfaat penelitian ini adalah menyampaikan bukti konkrit bahwa kita memiliki tingkat kreatifitasan  dalam mengolah bahan dapur menjadi makanan sehat yang praktis dan ekonomis.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Jahe
Jahe yang nama ilmiahnya (Zingiber officinale) sudah tak asing bagi kita, baik sebagai bumbu dapur maupun obat-obatan. Begitu akrabnya kita, sehingga tiap daerah di Indonesia mempunyai sebutan sendiri-sendiri bagi jahe. Nama-nama daerah bagi jahe tersebut antara lain halia (Aceh), bahing (Batak karo), sipadeh atau sipodeh (Sumatera Barat), Jahi (Lampung), jae (Jawa), Jahe (sunda), jhai (Madura), pese (Bugis) lali (Irian)
Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula dan berbagai minuman. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe (Zingiber Officinal, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng dan sirup.
Jahe (Zingiber Officinal termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae), se-famili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak (Cucuma xanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica), kencur (Kaempferia galanga), lengkuas (Languas galanga) dan lain-lain.
Berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya, jahe ada 3 jenis:
1.      Jahe (Zingiber Officinal) putih/kuning besar atau disebut juga jahe (Zingiber Officinal) gajah atau jahe (Zingiber Officinal) badak Rimpangnya lebih besar dan gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. Jenis jahe (Zingiber Officinal) ini bias dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe (Zingiber Officinal) olahan.
2.      Jahe putih/kuning kecil atau disebut juga jahe (Zingiber Officinal) sunti atau jahe (Zingiber Officinal) emprit Ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe (Zingiber Officinal) ini selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe (Zingiber Officinal) gajah, sehingga rasanya lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe (Zingiber Officinal) ini cocok untuk ramuan obat-obatan, atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya.
3.      Jahe (Zingiber Officinal) merah Rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil. sama seperti jahe (Zingiber Officinal) kecil, jahe (Zingiber Officinal) merah selalu dipanen setelah tua, dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan.



2.2. Tepung Tapioka
Tepung tapioka (di pasaran sering dikenal dengan nama tepung kanji) adalah tepung yang terbuat dari ubi kayu/singkong. Pembuatan dilakukan dengan cara diparut, diperas, dicuci, diendapkan, diambil sari patinya, lalu dijemur/keringkan. Sifat tepung kanji, apabila dicampur dengan air panas akan menjadi liat/seperti lem. Tepung tapioka disebut juga tepung kanji atau tepung sagu (sagu singkong).
 Tepung tapioka akan memiliki perlakuan berbeda untuk setiap jenis kue karena sifat yang dimiliki tepung tersebut.
Tepung tapioka yang dibuat dari ubi kayu mempunyai banyak kegunaan, antara lain sebagai bahan pembantu dalam berbagai industri. Dibandingkan dengan
tepung jagung, kentang, dan gandum atau terigu, komposisi zat gizi tepung
tapioka cukup baik sehingga mengurangi kerusakan tenun, juga digunakan
sebagai bahan bantu pewarna putih.
Tapioka yang diolah menjadi sirup glukosa dan destrin sangat diperlukan oleh berbagai industri, antara lain industri kembang gula, penggalengan buah-buahan, pengolahan es krim, minuman dan industri peragian. Tapioka juga banyak digunakan sebagai bahan pengental, bahan pengisi dan bahan pengikat dalam industri makanan, seperti dalam pembuatan puding, sop, makanan bayi, es krim, pengolahan sosis daging, industri farmasi, dan lain-lain. Ampas tapioka banyak dipakai sebagai campuran makanan ternak. Pada umumnya masyarakat kita mengenal dua jenis tapioka, yaitu tapioka kasar dan tapioka halus. Tapioka kasar masih mengandung gumpalan dan butiran ubi kayu yang masih kasar, sedangkan tapioka halus merupakan hasil pengolahan lebih lanjut dan tidak mengandung gumpalan lagi.  tapioka sangat ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu :
1.      Warna Tepung; tepung tapioka yang baik berwarna putih
2.      Kandungan Air; tepung harus dijemur sampai kering benar sehingga
kandungan airnya rendah.
3.      Banyaknya serat dan kotoran; usahakan agar banyaknya serat dan kayu
yang digunakan harus yang umurnya kurang dari 1 tahun karena serat dan zat kayunya masih sedikit dan zat patinya masih banyak.
4.      Tingkat kekentalan; usahakan daya rekat tapioka tetap tinggi. Untuk ini hindari penggunaan air yang berlebih dalam proses produksi.

2.3 Gula Pasir
Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentukkristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam), menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel.
Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi  jus atau sari tebu. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan cara di rebus. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan, serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman, semuanya bercampur di dalam gula. Pengendapan kotoran dengan kapur.  Setelah mengalami proses pengendapan, proses penguapan  dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air tebu menggunakan uap panas.Pada tahap akhir pengolahan, sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan hingga menjadi Kristal-kristal gula.







BAB III
METODOLOGI  PENELITIAN
3.1    Tempat dan Waktu Penelitian
·         Tempat penelitian ini dilaksanakan dirumah salah satu penulis di Perumahan Lindung Indah 1 blok F no 40
·         Penelitian dilaksanakan dalam waktu  hari 6 dimulai tanggal 19 September 2011 sampai dengan tanggal 24 September 2011

3.2  Metode Penelitian
            Metode penelitian yang kami pakai adalah metode deskriktif dan eksperimen sesuai dengan judul karya ilmiah kami yaitu Potensi Jahe sebagai alternatif produk olahan makanan ringan untuk penghangat tubuh dimusim hujan. Dan kami memfokuskan kepada pengolahan jahe yang ada dilingkungan  pada umumnya.

3.3 Teknik Pengumpulan Data
            Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan dokumentasi.


3.4 Teknik Analisis Data
            Teknik analisis data yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis kualitatif data yang dimulai dari mereduksi data, melakukan eksperimen dan selanjutnya mengambil kesimpulan serta verivikasi.












BAB  IV
PEMBAHASAN
4.1    Manfaat Jahe (Zingiber Officinale).
Rimpang jahe (Zingiber Officinal) dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula dan berbagai minuman. Jahe (Zingiber Officinal) juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe (Zingiber Officinal), dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng dan sirup.
Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe (Zingiber Officinal) sebagai pestisida alami. Dalam perdagangan jahe (Zingiber Officinal) dijual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk dan awetan jahe. Disamping itu terdapat hasil olahan jahe (Zingiber Officinal) seperti: minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis dan lain-lain
Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba dan parasit, anti piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.

4.2    Alasan Digunakan Jahe (Zingiber Officinale) Sebagai Bahan Utama Pembuatan Makanan Ringan Dalam Penelitian Ini.
Jahe (Zingiber Officinal) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang dapat kita jumpai disekitar kita. Jahe (Zingiber Officinal) dapat tumbuh subur tanpa harus dilakukan perawatan maksimal. Serta dapat dijumpai pada setiap musim.
Jahe (Zingiber Officinal) identik dengan rasa pedas dan apabila diolah menjadi makanan atau minuman dapat menghangatkan tubuh. Selain itu jahe (Zingiber Officinal) juga mudah didapat dilingkungan pada umumnya karena jahe (Zingiber Officinal) merupakan salah satu bumbu dapur yang dikenal oleh semua kalangan.
Jahe (Zingiber Officinal) juga dipercaya orang secara turun temurun karena mengandung obat dan juga selain harganya terjangkau, jahe (Zingiber Officinal) juga mudah diolah (praktis)





4.3    Cara pengolahan Jahe Menjadi Makanan Ringan (Bola-Bola Jahe)
4.3.1        Bahan
1.                            Jahe 500 g
2.                            Tepung Tapioka (sagu) 5 sdm
3.                            Gula Pasir 8 sdm

4.3.2        Alat-Alat Yang Digunakan
1.      Parutan
2.      Pisau
3.      Sendok
4.      Piring
5.      Wajan
6.      Sendok Goreng (klaci)
7.      Saringan


4.3.3        Langkah-Langkah Kerja
Adapun langkah kerja mengolah jahe menjadi makanan ringan (bola-bola jahe) ialah :
  1. Jahe dikupas, dicuci, kemudian diparut
  2. Hasil parutan diperas hingga air dan ampas terpisah
  3. Lalu ampas yang telah dipisahkan tersebut disangrai dengan api kecil, ± 15 menit sampai kering dan terpisah dari seratnya
  4. Kemudian dilanjutkan dengan menyangrai tepung tapioka selama ± 4 menit, lalu didinginkan
  5. Selanjutnya campurkan bahan yaitu tepung dan jahe kedalam wajan sambil diaduk-aduk, setelah panas masukan gula sedikit demi sedikit sampai campuran bahan merata dan menyatu
  6. Pastikan bahan masih panas dan masukan kedalam cetakan yang diinginkan
  7. Siap disajikan




BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang didapatkan oleh tim penulis dari penelitian ini ialah tentang mmulti manfaat yang ada pada jahe (Zingiber Officinal). Selain dapat digunakan sebagai bumbu dapur, jahe (Zingiber Officinal) juga dapat diolah menjadi makanan ringan yang menyehatkan tubuh karena berasal dari alam dan tidak mengandung bahan kimia.
5.2 Saran-saran
            Saran yang dapat penulis berikan adalah agar masyarakat dapat memanfaatkan tanaman yang ada disekitar kita yaitu Jahe (Zingiber Officinal). Selain jahe (Zingiber Officinal) mudah didapatkan, jahe (Zingiber Officinal) juga ekonomis dan mudah tumbuh saat  musim hujan. Selanjutnya pengolahannya juga sangat praktis, dan bahan yang digunakan adalah bahan alami dari alam yang tidak mengandung  bahan kimia.
            Selanjutnya, pemanfaatan jahe (Zingiber Officinal) ini dapat memotivasi masyarakat untuk menanam bumbu dapur yang mudah ditanam, sehingga mempermudah dalam mendapatkannya dan menjadikannya sebagai home industri.

DAFTAR PUSTAKA
www. http://id.wikipedia.org/wiki/Jahe
Atjung.1987.Tanaman Obat dan Minuman Segar : Jakarta CV Yasaguna
B. Paul Naiola.1986.Tanaman Budidaya Indonesia: Jakarta CV Yasaguna
Jitno Rijadi.1980. Tumbuhan Obat: Jakart PN BALAI PUSTAKA
M. Dahlan Al Barri. 1994. Kamus Modern Bahasa Indonesia: Yogyakarta Arkola
http://www.ibujempol.com/author/ibujempol/
Harmono, STP dan Drs Agus Andoko. 2005






BOLA-BOLA JAHE INI MILIK SMKN 1 & SMKN 2 KOTA JAMBI

Jumat, 09 September 2011

TIPS MENGHILANGKAN SAKIT HATI

kebanyakan kita sering sekali mengalami yang namanya sakit, baik karena putus cinta, pacar yang selingkuh, sakit hati dengan soudara, dengan teman, dengan orang tua kita sendiri. akan tetapi yang sering kita alami yaitu sakit hati karena putus dengan pacar, dan juga diselingkuhi oleh pacar kita.
ini sebagai oleh2 dari saya karena saya juga sering tu yang namany mengalami sakit hati.
tips dari saya :
1. sebisa mungkin kita harus bisa menerima keadaan kita yang saat ini harus tersakiti, tapi lbh skt lgi sbnrnya klw kita membiarkn diri kita terprk krn pacar kita pergi. jdi walaupun emng sulit u/ menerima itu cobalh sedkit demi sedkit kita fkrkn masa depan kita (terimalh kenyataan yang sebarnya walaupun itu memang sulit, tp kln psti bsa)
2. bersenang-senanglh dengan sahbat kita, luangkn wktu untuk brkmpl dg klrga kita, brcrta lh dg orang tua (bersenang2 ja lh, agp semua itu sdh lma trjdi)
3. jangan pernh kembali kepada orang yang berhiant, krna klw kita kmbli brti kita memberi peluang untuk dia mengulangi penghianatny kpd kita (blh kita memberi ksmptn tp jgn sampai u/ yg k3 kaliny)
4. jangan pernh perpikir u/ menemuinya lagi, karena itu hanya mempermalukan diri kita sndri d hadpn mrk.
5. kumpulkn semngt lgi, krna duni bkn slbr daun kelor, msh bnyk yg lbh dri dia. optimis kita psti bsa dpt yg lbh dri dia.
6.buang semua pemberianya, n brng2 yg akan mengingatkn kamu pada dia.
7.  Jangan pernah menyalahkan diri sendiri atas bubarnya hubungan kamu. kalau dia meninggalkan kamu itu sudah menjadi keputusannya.



Jadi tak ada gunanya meratapi pengkhianat Cinta……….. ayo semangat….Life goes on
Hidup berjalan terus….
rest assured we will live better than now
by. tedi iswanto.

POTO TEDI ISWANTO